MD Kahmi Jaksel Buka Posko Jaga Kampung Antisipasi Penjarahan dan Kebakaran

Jakarta – Tradisi mudik tahunan di Indonesia menjadi aktivitas rutin yang dilakukan menjelang hari raya, terutama Idul Fitri. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga.
Jelang hari raya pemudik biasanya menggunakan kereta, bus, mobil pribadi, pesawat, atau kapal laut. Motor juga sering digunakan, meskipun cukup berisiko. Namun di sela suasana mudik yang menjadi rutinitas warga jakarta, kota jakarta menjadi sepi dan rentan akan bahaya yang harus diantisipasi, diantaranya kebakaran hingga penjarahan rumah warga yang ditinggal mudik.
Melihat kondisi tersebut, ketua MD Kahmi Jakarta selatan, Ibrahim Malik Tanjung, bekerjasama dengan elemen masyarakat Jakarta seperti FKDM dan LMK serta Polda Metro Jaya akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Termasuk ketika Rumsong saat mudik Lebaran.
Selain itu, kehadiran MD Kahmi bisa membantu meringankan aparat kepolisan untuk bahu membahu mengurangi potensi tindak kriminalitas di lingkungan permukiman warga.
“ Suasana sepi rumah yang ditinggal mudik berpotensi menjadi sasaran para penjarah, kita perlu awasi agar masyarakat yang mudik merasa nyaman ,” ujar Ibrahim di sela Acara Bukber MD Kahmi Jaksel bertempat di Asrama Walisongo Jakarta, 27 Maret 2025.
Ibrahim menilai, peran masyarakat yang tidak mudik sangat membantu saudara kita yang mudik, agar mereka merasa nyaman saat berlebaran dengan keluarga.
Sementara itu, seketaris Umun MD Kahmi, Jaksel, Ahmad Husni menambahkan, bahwa nantinya akana ada 120 posko pengawasan yang di buat di setiap wilayah di jakarta selatan. Peran posko ini bertujuan untuk memantau agar tidak ada hal hal yang tidak di inginkan bosa di antisipasi.
” Penyebaran posko jaga kampung ini ditujukan untuk warga jakarta agar merasa nyaman saat kampung ya di tinggal mudik.” Tegas Ahmad, saat menyerahkan secara simbolis kentongan sebagai sarana informasi jaga kampung.
Kami akan meningkatkan patroli untuk mencegah tindak kejahatan selama musim mudik Lebaran tahun ini.
“Jadi sesuai keberadaanya posko dan kentongan dijadikan sebagai alat komunikasi kita dalam menjaga wilayah, kita melakukan penambahan kekuatan patroli untuk melakukan pengamanan rumah-rumah yang ditinggalkan masyarakat,” tukas Ahmad.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan guna memastikan masyarakat bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman.
“Mudik Gratis bersama Pelindo Grup menjadi agenda tahunan kami untuk mendukung kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan,” kata Arif usai pelepasan Mudik Gratis Pelindo 2025 di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 26 Maret 2025.